Challenge Journey of Lampung

Foto Bersama Pramuka IAIN Raden Intan, Bandar Lampung

SEKAPUR SIRIH

Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum melaksanakan kegiatan pengembaraan dari segi materi, fisik dan mental. Untuk persiapan materi, kami mengadakan up grading materi yang dilaksanakan pada 5 & 7 Februari 2011. Ada beberapa materi yang dibahas diantaranya AD/ART Gerakan Pramuka Tahun 2009, SK 080 Polbin T/D dan SK 086 Pramuka PERTI, Garis-garis Besar Haluan Organisasi Racana (GBHOR), Tata Organisasi Racana (TOR), Pola Mekanisme dan Pembinaan Warga (PMPW), Rencana Kerja, Adat Racana, Antropologi kampus dan Ke-Jakarta-an. Up grading ini melibatkan Dewan Racana yang mengatur kegiatan, Dewan Kehormatan Pandega sebagai pemateri, dan Senioren sebagai pengawas dan pembimbing. Dengan adanya upgrading ini, wawasan kami tentang kepramukaan, keracanaan dan yang lainnya menjadi lebih luas.

Semalaman kami hampir tidak tidur untuk mempersiapkan semuanya. Semoga ini menjadi hari-hari yang akan menjadi kenangan selam hidupku.

Terima kasih untuk kakakku yang terus memotivasi kami untuk terus maju melangkah untuk memberikan yang terbaik bagi Racanaku tercinta. Terima kasih racana yang telah memberi saya kesempatan untuk mengabdi padamu.

PENGEMBARAAN (Challenge Journey of Lampung)

Rabu, 16 Februari 2011

Rabu pagi buta tepatnya pukul 04.30, sebagian dari kami membangunkan kawan-kawan untuk persiapan upacara adat pelepasan dan pemberangkatan Pengembaraan. Dengan rasa kantuk, kami mempersiapkan barang-barang yang sebelumnya telah dipersipkan terlebih dahulu, untuk packing ulang dan melaksanakan shalat subuh berjamaah. Pada upacara adat pelepasan ini di hadiri oleh Dewan Racana, Dewan Kehormatan Pandega dan beberapa senioren serta teman-teman kami yang tak bisa mengantar sampai ke seberang sana.

Suasana Kereta Patas Ekonomi Jakarta-Merak

Usai Upacara adat pelepasan, kurang lebih pukul enam pagi pemberangkatan menuju tujuan pengembaraan dimulai dengan naik angkot S10 ke Stasiun Pd. Ranji. Setengah jam dari kampus kami telah sampai di stasiun Pd. Ranji. Ada hal yang ternyata tak diduga kereta yang akan kami tumpangi telat sampai setengah jam.

Pukul 08.30 kereta Patas Ekonomi Jakarta-Merak berangkat dari stasiun Pd. Ranji menuju Merak. Walaupun sempat telat sampai setengah jam, kereta datang tepat waktu di Stasiun Merak 12.05. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Bakauheuni, keadaan cuaca ketika itu baik karena gelombang laut tak begitu tinggi. Ditengah perjalanan, hujan turun agak deras sempat mengagetkan sebagian kami yang terlelap. Pukul 15.50 kami sampai di Pelabuhan Bakauheuni, yang langsung dilanjutkan dengan mengendarai bis ekonomi Bakauheuni-Rajabasa menuju UNILA. Perjalanan yang begitu melelahkan ini memakan waktu kurang lebih 4 jam. Sesampainya di UNILA ada sedikit accident hp saya tertinggal didalam bis, sempat kaget juga sih soalnya saya tidur fuul dalam bis dan kebetulan lagi hp saya sedang lowbatt, sadar sadar pas udah turun dari bis dan bis pun sudah berangkat menuju terminal. Untungnya tak jauh dari sana ada tukang ojek,  saya pun langsung mengejar bis dan alhamdulillah setelah sempat putus asa mencari-cari ternyata ada dibawah kursi bis yang saya duduki. Alhamdulillah keberuntungan masih berpihak padaku, kami beristirahat sejenak sambil merapihkan diri lahir dan batin untuk shalat Isya dan persiapan Upacara adat Penyambutan Tamu Racana Raden Intan-Putri Silamaya UNILA. Penyambutan yang begitu hangat dari kawan-kawan Pramuka UNILA membuat lelah terasa hilang, terlebih setelah usai upacara diteruskan dengan acara perkenalan ataupun ramah tamah.

Setelah semua kegiatan selesai, kamipun beranjak untuk tidur terlelap setelah sebelumnya mengadakan evaluasi dan persiapan untuk kegiatan esok hari.

 

Kamis, 17 Februari 2011

Pagi-pagi betul kami sudah bangun untuk melaksanakan beberapa kegiatan untuk hari ini. Ada 3 kegiatan inti pada hari ini yaitu, studi komperatif, studi usaha dan penampilan seni budaya antar kedua racana.

Studi komperatif antar racana ini berlangsung dari pukul 09.00-12.00. Materi-materi yang sebelumnya telah diupgradingkan dikupas dalam beberapa slide. Dari studi komperatif ini ada beberapa pelajaran, yang pertama tentang penerimaan anggota baru. Di Racana Raden Intan-Putri Silamaya proses pengkaderan dibagi dalam 3 tahap yaitu Tamu Racana, Calon Anggota dan Anggota.

  1. Tamu Racana          : Mahasiswa yang mendaftar dan mengikuti pelatihan untuk menjadi calon anggota
  2. Calon Anggota         : Tamu Racana yang telah dikukuhkan sebagai calon anggota, yang harus memenuhi beberapa syarat untuk menjadi Anggota penuh. Diantara syaratnya sebagai berikut:
  • Mengikuti kegiatan program kerja Dewan Racana Raden Intan dan Putri Silamaya selama 1 tahun.
  • Mengisi SKU Pandega.
  1. Mengikuti alur pola pembinaan yaitu bina diri, bina satuan dan bina masyarakat. Anggota                  : Calon anggota yang telah memenuhi syarat-syarat untuk menjadi anggota dan berhak memakai slayer anggota dan TKU Pandega.

Ketiga tahap itu dlakukan sebagai pembinaan sekaligus menguji loyalitas para anggota (warga) Racana tersebut. Dan alhamdulillah dengan sistem pengkaderan yang ada Racana ini terus dapat menjalankan kegiatan-kegiatan yang berkualitas.

Sealanjutnya, yang kedua tentang proses pemilihan KDR (Ketua Dewan Racana) dan PA (Pemangku Adat). KDR yang dipilih haruslah menjabat BPH (Badan Pengurus Harian) sebelumnya, hal ini dilakukan agar ketika ia menjadi KDR sudah betul-betul matang dalam kepemimpinan, keracanaan dan dalam menghadapi masalah-masalah yang ada di racana. PA dipilih setelah ia menjabat dua kali masa bhakti di dewan racana. Yang ketiga tentang program kerja yang disusun sesuai pola pembinaaan pramuka pandega yaitu bina diri, bina satuan dan bina masyarakat yang waktu untuk masing-masingnya empat bulan. Yang keempat tentang pemakaian slayer untuk anggota ketika tidak menggunakan seragam pramuka dalam kegiatan-kegiatan racana. Untuk program kerja racana kami lampirkan di akhir laporan ini.

Kegiatan sealanjutnya yaitu Studi Usaha. Studi usaha dilaksanakan setelah shalat dzuhur tepatnya pukul 13.45 di jl. Pagar Alam (gang PU) segala miden, Bandar Lampung. Dari hasil wawancara kami berikut hasilnya:

CARA MEMBUAT KERIPIK PISANG ANEKA RASA

  1. Menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan:
  2. Pisang Gepok, dipilih pisang gepok karena renyah setelah digoreng.
  3. Minyak goreng sesuai kebutuhan/banyaknya pisang.
  4. Bumbu-bumbu (dirahasiakan)
  5. Untuk peralatan masih menggunakan alat-alat tradisional dan alat-alat masak yang biasa digunakan dirumah-ruma
  6. Pisang yang sudah disiapkan dikupas dan diparut sama rata. Disini memerlukan keahlian karena ketebalan hasil parutan pisang dapat mempengaruhi kkerenyahan dan kematangan pisang ketika digoreng
  7. Pisang yang sudah diparut langsung digoreng sampai matang
  8. Setelah itu pisang yang sudah matang ditiriskan selama 2 hari.
  9. Dicampur dan diadukkan dengan bumbu-bumbu yang telah disiapkan. Dalam hal bumbu pengusaha masih merahasiakan tentang asal-usul bumbu tersebut.
  10. Setelah diaduk dan dicampurkan pisang dimasukkan ke dalam oven agar bumbu-bumbu menempel.

Usaha ini termasuk ke dalam home industry karena pengelola dan pegawainya masih dalam ruang lingkup satu keluarga. Usaha ini dikelola oleh Pak Sudirmanto dan Ibu Asiah dengan dibantu oleh 8 pegawai yang mempunyai tugas masing-masing. Modal pertama yang dikeluarkan oleh pengusaha hanya Rp. 250.000.

Kegiatan inti kami yang ketiga adalah sharing dan penampilan seni dan budaya daerah masing-masing. Sebelumnya kami mempersiapkan penampilan setelah usai dari studi usaha. Dan Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar dan dipenuhi tawa canda keakraban antar dua racana sesuai dengan apa yang kami harapkan.

Tak lama setelah semua kegiatan selesai seperti biasa kami adakan evaluasi harian dan persiapan untuk kegiatan esok hari dan dilanjutkan dengan beristirahat untuk persiapan fisik esok hari.

Jum’at, 18 Februari 2011

Seperti hari-hari biasa kami bangun pagi untuk menunaikan shalat subuh dan kegiatan rutinitas di pagi hari (olahraga, giat pribadi, sarapan, persiapan kegiatan). Hari ini adalah hari terakhir kami menginjakkan kaki di UNILA.

Pagi tepatnya pukul 07.10 kami melakukan upacara adat pelepasan yang kemudian dilanjutkan dengan studi sejarah yang berlokasi di Museum Lampung yang tak jauh dari kampus UNILA.

Dari studi sejarah di Museum Lampung banyak hal yang kami dapatkan mengenai sejarah Lampung.

Museum Lampung pertama kali di dirikan dari taun 1988 bersamaan diadakannya suatu perlombaan MTQ nasional.Museum ini memiliki 4600 koleksi yang terdiri dari beberapa bagianyaitu:

  • Koleksi Biologika
  • Koleksi Arkeologika
  • Koleksi Historika
  • Koleksi Keramika
  • Koleksi Mata Uang
  • Koleksi Cap-Cap Kuno
  • Koleksi Teknologika
  • Koleksi Seni Rupa

Dari beberapa koleksi ini benda-benda yang ada sangat lah berharga karena memiliki nilai-nilai sejarah yang tinggi.misalnya dimana koleksi mata uang terdapat uang-uang yang digunakan saat barteran di jaman Belanda dan Jepang khususnya bagi warga lampung unga yang terkoleksi ada banyak. Selain itu koleksi cap-cap kuno yang di pakai oleh raja-raja Lampung terdahulu ketika melkukan transaksi or administrasi.ada juga keramik-keramik dari zaman kerajaan-kerajaan masa lalu yang dimuseumkan dan di simpan rapih..sealain itu ada juga koleksi ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yaitu untuk menenun kain tapis kain khas Lampung,,dimana masih lestari pembuatannya sampai sekarang,,,karena tapis ini merupakan kain tenun khas dari Lampung maka produksinya sangat lah sulut untuk satu bulan produksi kain ini hanya satu kain utuh.Selain itu kain ini seringh digunakan dalam adat lampung karena keindahan motif yang dibuat .

Suku yang ada pada Lampung sampai saat ini yang tersisa ada dua bagian yaitu suku Pepadun yaitu suku Lampung yang tehubung langsung ke kerajaan pusat yaitu kerajaaan Sekala Berhak atau lebih identik dengan Lampung bagian Tulang Bawang, Menggala, Liwa dan Lampung Timur atau lampung kota seperti itu. Sedangkan untuk suku yang kedua yaitu suku Saibatin dimana penghuni suku-suku ini ialah yang mendiami pesisir-pesisir Lampung yang juga memiliki sistem kerajaaan. Perbedaan yang membedakan keduannya yaitu dari segi pakaian adat yang digunakan yaitu untuk Pepadun menggunakan pakaian putih yang lembut dan memakai mahkota Siger yang lengkungannya berjumlah Sembilan sedangkan untuk Saibatin Memakai baju merah yang lembut dan menggunakan Mahkota Siger  dengan jumlah lekukan sebanyak 7 lekukan. Itulah sekelumit sejarah tentang Lampung, adapun koleksi-koleksi yang lain tersimpan rapih dalam sedbuah lemari kaca. Seperti aksara Lampung yaitu seperti huruf-huruf lampung yang digunakan dalan tulis menulis khusus untuk Lampung, yang sampai sekarang diwajibkan disekolah-sekolah Lampung. Ada juga Rumah adat Khas Lampung yang namanya Nuwo Sesat, merupakan rumah yang sering digunakan masyarakat Lampung untuk mengadakan Rapat-rapat adat atau sebagai tempat Musyawarah.

Setelah melaksanakan studi sejarah, kegiatan diteruskan untuk shalat jum’at bagi laki-laki dan shalat dzuhur bagi perempuan. Setelah shalat dan makan siang kami bersiap-siap menuju STAIN Metro Lampung. Tepatnya pukul 14.00 kami beranjak dari Bandar Lampung (Terminal Rajabasa) menuju STAIN Metro dengan menggunakan bis ekonomi AC. Perjalanan ini menempuh waktu kurang lebih satu jam lima belas menit. Sesampainya disana kami sempat kaget dengan suasana kampus yang begitu ramai. Ternyata  suasana ini selalu ada tiap tahunnya dalam acara PGM (Perkemahan Gelar Muharram). Sambutan yang begitu hangat dari pihak STAIN Metro membawa suasana semakin riang, setibanya kami disana kami dipersilahkan untuk beristirahat dan melaksanakan shalat ashar berjamaah di masjid.

Pada pukul 16.15 tepatnya, kami melaksanakan upcara adat penyambutan yang dihadiri oleh Ketua STAIN Metro Prof. Dr. Saripudin dan Pembantu Ketua III serta pembina gugusdepan STAIN Metro. Hal ini membuat kami begitu optimis dalam menjalankan pengembaraan ini, karena dengan rasa senang dan ikhlas inilah kami melaksanakan pengembaraan ini. Usai upacara adat, diadakan sharing kegiatan kita ketika berada di STAIN Metro dan perkenalan dari pihak STAIN Metro dan UIN Jakarta. Sisa waktu kami manfaatkan untuk latihan untuk Pentas pada acara Pentas Seni PGM, giat pribadi dan ISHOMA.

Malam hari pukul 20.45 acara Pentas Seni PGM pun dimulai. Kami diminta untuk tampil sebagi pembuka Pentas Seni ini. Penampilan yang kami tampilkan di Pentas Seni I ini adalah Tarian Betawi. Acara Pentas Seni ini kami manfatkan sebagai momen sharing tentang pelaksanaan PGM tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan tiap tahunnya ketika masa libur semester ganjil yang melibatkan Pramuka Penegak se-Provinsi Lampung. Kegiatan dikemas dengan bentuk perkemahan kurang lebih 4 hari. Yang selanjutnya tentang Kegiatan PGM ini kami lampirkan di akhir laporan. Pensi ini sendiri bertujuan untuk membina diri pramuka penegak dalam hal kreatifitas dan Mentalitas. Selain itu, moment ini dimanfaatkan sebagai Pengenalan Kampus bagi para siswa SMU/se-derajat karena sasaran dari kegiatan ini adalah Pramuka Penegak yang berpangkalan di SMU/se-derajat

Usai melaksanakan Pensi kami mengadakan evaluasi sebelum beranjak ke pulau impian. Yang dilanjutkan dengan persiapan kegiatan esok hari.

 

Sabtu, 19 Februari 2011

Kegiatan pagi seperti biasa kami laksanakan (Shalat subuh, Olahraga, Giat Pribadi, Sarapan dan Persiapan Kegiatan), namun agak berbeda dari yang sebelumnya untuk hari ini kami melakukan lari pagi dan senam pramuka bersama peserta PGM.

Ada banyak kegiatan untuk hari ini. Diantaranya studi komperatif, bina satuan, penanaman 200 pohon dan pentas seni PGM II.

Studi komperatif dimulai pukul 09.34 dengan dihadiri beberapa peserta PGM sebagai wawasan pengetahuan bagi mereka ketika menginjak ke Perguruan tinggi atas rekomendasi pihak STAIN Metro. Kegiatan berjalan cukup lancar sesuai dengan harapan kami semua. Ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam studi komperatif ini diantaranya tentang pola pembinaan warga dan proses pengkaderan dan landasannya karena STAIN Metro pun mempunyai pola pembinaan yang sama dengan Racana yang ada di UNILA. Selanjutnya tanya jawab lebih cenderung kepada Program Kerja Racana yang telah dilampirkan.

Kegiatan selanjutnya bina satuan di SMPN STAIN Metro. Kegiatan ini dialaksanakan setelah shalat dzuhur dan makan siang, tepatnya pukul 13.45. Pada kesempatan ini kami mencoba memberikan motivasi bagi andika-andika SMPN 02 Metro tetap meneruskan kegiatan kepramukaan hingga tingkat selanjutnya, mengingat Kepramukaan di sekolah ini hanya sekedar Ekstrakulikuler yang tak wajib untuk diikuti oleh semua siswa. Bina satuan ini diisi dengan game-game yang menarik, materi-materi dasar kepramukaan dan pengalaman kami agar para siswa terus bersemangat untuk selalu berkarya.

Setelah melakukan shalat ashar kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 200 pohon di bantaran sungai batanghari. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Pramuka terhadap lingkungan hidup. Kegiatan ini melibatkan kami dan peserta PGM.

Kegiatan malam diisi dengan Pentas seni PGM II. Kali ini kami menampilkan Beksi sebagai penutup acara Pentas Seni ini. Walaupun ini pentas seni yang kedua semangat para peserta PGM. Bahkan lebih meriah dari sebelumnya di akhir pun kami merasa terharu karena esok kami harus beranjak dari STAIN Metro. Mengingat malam yang begitu larut dan kondisi kami yang begitu lelah, kami hanya mambiicarakan persiapan esok pagi namun  untuk evaluasi dilakukan esok pagi.

 

Minggu, 20 Februari 2011

Kegiatan pagi seperti biasa kami lakukan. Setelah semua persiapan sudah selasai, kami mengadakan evaluasi yang sempat tertunda. Pukul 09.00 kami mulai upacara adat pelepasan STAIN Metro. Susainya kami berpamitan dengan para pembina STAIN Metro.

Kami menuju IAIN Lampung pukul 09.30 dengan diantar beberapa orang dari STAIN Metro memerlukan waktu kurang lebih 2 jam untuk menuju IAIN Lampung. Sampai disana dengan sambutan dari kawan-kawan Pramuka IAIN Lampung kamipun lebih bersemangat untuk menimba wawasan disini.

Kegiatan selanjutnya kami setelah melaksanakan shalat dzuhur, upacara adat penyambutan Racana IAIN Lampung yang dilanjutkan dengan penyambutan dari PUREK III Prof. Dr. Apip Anshori, acara penyambutan ini dipisah dari acara studi komperatif dengan pertimbangan pembina yang tak bisa hadir penuh dalam acara studi komperatif.

Usai kegiatan sebelumnya, kami lanjutkan dengan studi komperatif dengan Racana Raden Imba Kesuma Ratu-Putri Sinar Alam, di studi komperatif ini sedikit membahas tentang MUGUS yang menjadi wacana di Racana kita. Racana IAIN ini pun ternyata sudah mengonsep MUGUS yang akan diadakan karena ada pergantian Pembina dan Mabigus Harian. Pertanyaan tentang proses pengajuan MUGUS pun dilontarkan diantaranya mengenai kendala-kendala yang dihadapi ketika mengajukan MUGUS. Namun tak ada kendala yang berarti bagi mereka karena Pihak Rektorat pun sudah paham dan mengerti tentang Gerakan Pramuka. Kemudian membahas tentang pengkaderan atau pola pembinaan untuk hal ini kami lampirkan pada lampiran-lampiran. Ada yang unik dan menarik dari racana ini, ada sebutan-sebutan khusus untuk dewan atau pengurus. Selanjutnya kami lampirkan pada hasil studi kompratif. Waktu yang sudah semakin sore membuat studi komperatif ini ditunda sampai malam hari setelah isya.

Pukul 20.00 pesiapan studi komperatif lanjutan dimulai, hingga pukul 20.30 acara pun dimulai. Satuan terpisah dan terpadu menjadi sorotan kali ini. Namun, hal ini masih bisa dipertahankan dengan argumen-argumen kami. Selanjutnya lebih kepada sharing program kerja antar racana.

Acara berikutnya yaitu unggun gembira, yang menjadi ajang silaturahmi kami dengan kawan-kawan Racana IAIN Lampung. Kegiatan ini diisi dengan game-game yang menarik dan yel-yel yang menjadi ajang tukar kreatifitas antar racana.

Setelah semua kegiatan selesai, kami beranjak untuk mengadakan evaluasi  harian dan persiapan untuk esok hari sebelum beristirahat menghilangkan lelah.

 

Senin, 21 Februari 2011

Indahnya Pantai Mutun

Kegiatan pagi kami kali ini seperti biasa shalat subuh, olahraga, giat pribadi dan sarapan untuk persiapan fisik sebelum mengangkat kaki dari lampung. Pagi ini tetpatnya pukul 08.45 kami melakukan upacara adat racana yang dilanjutkan dengan packing dan sayonara bersama kawan-kawan Pramuka IAIN Lampung.

Ketika jarum jam menunjukan pada pukul 11.30 kami tiba di Pantai Mutun, kami pun bergegas melanjutkan tugas kami yaitu menanyakan kepada pengelola pantai tersebut akan keadaan dan sejarah pantai ini.

sekilas tentang pantai mutun. Namanya adalah pantai mutun yang terletak di dusun Tembikil pesawaran tidak jauh dari daerah Bandar Lampuna, pantai ini merupakan milik perorangan yaitu milik pak H. Haruna Jaya sebagai perintis sekaligus pemilik pantai ini di buka dari tahun 2000 dan belum memiliki struktur kepemilikannya karena pantai ini termasuk baru dan belum di atur manajemenya. Untruk pengelola sekarang di pegang oleh pak Irwan yaitu anak dari Pemilik tanah ini. nama ‘mutun’ diambil dari kata “BUTON” karena logat pengucapannya berbeda biasa beliau(Haruna Jaya) disebut butun dan  berbeda pendengaranya makanya di sebutlah pantai ini diberi nama MUTUN.

Wong aneh stress diputusin pacar....hehehehehe

Untuk tiket masuk tergantung kriteria:

  • Untuk motor      : Rp. 10.000,-
  • Perorangan        :Rp.5000,-
  • Angkot              :Rp. 35.000,-
  • Truk                  :Rp.70.000,-
  • Mobil                :Rp. 35.000,-
  • Bis kecil            :Rp.100.000,-
  • Bis besar          :Rp.150.000,-

 

Untuk pendapatan selama weekend sekitar 1-8 juta rupiah,,sedangkan hari-hari biasa sekitar 500 ribu ke bawah.untuk para penduduk sekitar diberikan kesempatan untuk membuka kios sebagai pendapatan tambahan bagi penduduk sekitar, selain pantai ini ada juga water boom yang langsung menjorok ke laut, selain itu juga di seberang pantai ada pulau namanya Pulau Tangkil di lengkapi dengan villa pemandian dan lain-lain, untuk mencapai pulau tersebut harus nyewa perahu untuk nyebrang dengan harga sekitar Rp.10.000,- sampe kita kembali lagi ke daratan atau pinggiran pantai, selain itu juga fasilitas di pantai ini ada banyak pondokan atau saung untuk istirahat.

Sore hari kami bersiap untuk berangkat ke Pelabuhan Bakauheuni. Dengan didampingi kawan-kawan IAIN Lampung sampai ke Terminal Rajabasa. Memerlukan waktu 3 jam lebih menuju Pelabuhan Bakauheuni.  Setibanya disana kami langsung mempersiapkan diri untuk pemberangkatan menuju Pelabuhan Merak. Gelombang yang tinggi membuat kami sedikit cemas. Alhamdulillah, kami selamat sampai tujuan.

 

Selasa, 22 Februari 2011

Pukul 01.00 di pelabuhan merak, segera kami menuju masjid untuk melemaskan pikiran dan badan sejenak. Dengan bergantian jaga kamipun terlelap dalam mimpi.

Azan subuh berkumandang, kami pun bersiap melaksanakan shalat subuh dan persiapan berangkat menuju Stasiun merak. Lima belas menit mempersiapkan perlengkapan kami pun beranjak ke stasiun Merak. Tepat pukul 06.00 pagi, kereta Banten Express yang kami tumpangi berangkat menuju Jakarta. Pukul 09.40 kami sampai di Stasiun Pd. Ranji, dengan susah payah untuk keluar dari kereta yang padat dengan penumpang. Saya sempat lari kedepan untuk menahan pemberangkatan kereta yang hanya berhenti sebentar. Dan syukur alhamdulillah semua bisa turun dengan selamat. Selanjutnya, sesuai intruksi dari BPH kami tidak diperkenankan untuk memasuki kampus terlebih dahulu sebelum upacara adat penyambutan dimulai, kami pun menuju masjid Al-Ikhlas yang berada di Kampung Utan. Disana kami beristirahat dan sejenak merekap ulang kegiatan selama 7 hari di lampung.

Sore hari kami melaksanakan persiapan upacara adat penyambutan pukul 16.00 sampai shalat maghrib tiba baru selesai. Dilanjutkan dengan evaluasi seusai shalat maghrib.

Hikmah-Hikmah

Banyak hal yang dapat diambil dari pengembaraan ini. Bina diri, memupuk pribadi yang santun dan bisa menghargai diri sendiri, belajar kepemimpinan, belajar menganalisa. Dari proses bina diri inilah watak, sifat dan jiwa warga Racana yang berkualitas terbentuk. Jadi tak ada kata SIA-SIA untuk pengembaraan. Tak hanya bina dir, bina satuan dan bina satuan pun banyak didapat dari kegiatan ini. Seharusnya Racana pantas untuk maju dengan SDM yang ada, tinggal bagaimana SDM yang ada di manfaatkan dengan sebaik mungkin.

2 thoughts on “Challenge Journey of Lampung

  1. 🙂 😀
    lebih terus mngasah diri dan memanfaatkan sgala kesempatan di depan mata dgn sebaiknya, hingga sampai pada satu keberhasilan hidup..

    semangaaT boO😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s